ergantian Sri Mulyani Indrawati dengan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan adalah momentum penting dalam perjalanan ekonomi Indonesia. Ini bukan sekadar reshuffle, melainkan pesan politik-ekonomi yang sarat makna.
Presiden Prabowo Subianto ingin membuka babak baru fiskal dengan napas yang lebih segar. Publik membaca ini sebagai langkah strategis untuk menyiapkan Indonesia menghadapi lima tahun penuh tantangan—dari gejolak geopolitik hingga transformasi ekonomi digital. Keputusan ini mencerminkan kebutuhan akan wajah baru yang lebih adaptif, sekaligus menjaga kontinuitas agar stabilitas fiskal yang diwariskan tidak hilang begitu saja dalam pusaran politik.
Sri Mulyani meninggalkan jejak panjang sebagai simbol kredibilitas fiskal Indonesia di mata dunia. Ia pernah mengawal negeri ini melewati krisis global 2008, pandemi Covid-19, hingga tekanan utang yang membayangi negara-negara berkembang. Namun, jabatan panjangnya juga melahirkan kejenuhan inovasi fiskal.