KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

”Reshuffle” Menkeu: Estafet Strategis Fiskal Nasional

Tantangan Purbaya adalah menunjukkan bahwa ia bukan sekadar penjaga rumah lama, melainkan arsitek baru yang berani membangun ruang tambahan sesuai kebutuhan zaman.

Share
Share

ergantian Sri Mulyani Indrawati dengan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan adalah momentum penting dalam perjalanan ekonomi Indonesia. Ini bukan sekadar reshuffle, melainkan pesan politik-ekonomi yang sarat makna.

Presiden Prabowo Subianto ingin membuka babak baru fiskal dengan napas yang lebih segar. Publik membaca ini sebagai langkah strategis untuk menyiapkan Indonesia menghadapi lima tahun penuh tantangan—dari gejolak geopolitik hingga transformasi ekonomi digital. Keputusan ini mencerminkan kebutuhan akan wajah baru yang lebih adaptif, sekaligus menjaga kontinuitas agar stabilitas fiskal yang diwariskan tidak hilang begitu saja dalam pusaran politik.

Sri Mulyani meninggalkan jejak panjang sebagai simbol kredibilitas fiskal Indonesia di mata dunia. Ia pernah mengawal negeri ini melewati krisis global 2008, pandemi Covid-19, hingga tekanan utang yang membayangi negara-negara berkembang. Namun, jabatan panjangnya juga melahirkan kejenuhan inovasi fiskal.

Related Articles
Opini

Outlook Moody’s Negatif, Kredibilitas Kebijakan Diuji di Pasar

MOODY'S tidak menurunkan rating Indonesia. Reuters melaporkan yang dipangkas adalah outlook: dari stabil menjadi negatif, sementara peringkat...

Opini

Jika Defisit APBN Melampaui 3% dari PDB

Pokok penting dari defisit sebetulnya terletak pada empat pilar utama: manajemen utang,...

Opini

Kelas Menengah Rentan: “Peredam Kejut” yang Hilang?

Naik Kelas Tapi Tanpa Sabuk Pengaman? Ada empat akar masalah yang saling...

Opini

Penguatan Kota-kota di Indonesia

Pengalaman di seluruh dunia selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa akselerasi pertumbuhan ekonomi hampir...