Sentra Perlengkapan Dinas Kramat Bertahan di Tengah Perubahan Pola Belanja

Oleh: Adrian Nalendra Perwira, Peneliti Ekonomi GREAT Institute

Share
Share

Kawasan Kramat di Senen, Jakarta Pusat, telah lama dikenal sebagai salah satu sentra perlengkapan keamanan dan atribut dinas terbesar di Jakarta. Berbagai kebutuhan seperti seragam satpam, sepatu dinas, topi, emblem, pin, hingga layanan bordir dan jahit khusus tersedia di kawasan ini. Namun, perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen mulai mengubah dinamika perdagangan yang selama puluhan tahun menjadi ciri khas kawasan tersebut.

Para pelaku usaha mengakui bahwa pola belanja masyarakat telah mengalami pergeseran. Jika sebelumnya pembeli datang langsung ke toko untuk mencari dan membandingkan berbagai produk, kini sebagian besar proses pencarian informasi dilakukan melalui platform digital dan marketplace. Kondisi ini menyebabkan jumlah pengunjung toko fisik tidak lagi seramai sebelum pandemi Covid-19. Meski demikian, banyak pedagang tetap mempertahankan toko fisik sambil mengembangkan penjualan melalui kanal daring sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan pasar.

Perubahan tersebut juga memengaruhi tingkat persaingan usaha. Marketplace memudahkan konsumen membandingkan harga dari berbagai penjual sehingga ruang keuntungan pedagang menjadi semakin terbatas. Di sisi lain, biaya operasional toko fisik seperti sewa tempat, listrik, dan tenaga kerja tetap harus ditanggung. Karena itu, banyak pelaku usaha mulai mengandalkan pelanggan tetap sebagai penopang utama keberlangsungan usaha mereka. Pelanggan dari perusahaan penyedia jasa keamanan maupun pembeli institusional masih rutin melakukan pemesanan dalam jumlah besar, terutama saat terdapat kebutuhan rekrutmen tenaga keamanan baru. Selain menjual produk jadi, banyak toko juga menerima pesanan khusus sesuai kebutuhan perusahaan atau instansi tertentu.

Meskipun belanja online semakin berkembang, sebagian konsumen tetap memilih datang langsung ke kawasan Kramat. Bagi banyak pembeli, melihat dan memeriksa kualitas barang secara langsung memberikan kepastian yang tidak selalu diperoleh melalui transaksi daring. Mereka dapat memastikan ukuran sepatu, kualitas bahan, warna seragam, hingga detail bordir sebelum melakukan pembelian. Faktor tersebut menjadi alasan mengapa toko fisik masih memiliki peran penting, khususnya bagi pembeli yang membutuhkan standar kualitas tertentu.

Peneliti Ekonomi GREAT Institute, Adrian Nalendra Perwira, menilai bahwa perkembangan marketplace tidak sepenuhnya menghilangkan peran sentra usaha tradisional seperti Kramat. Menurutnya, yang terjadi adalah perubahan fungsi antara kanal digital dan toko fisik. Produk dengan spesifikasi standar, seperti peluit, aksesori, atau sepatu dinas tertentu, lebih mudah dipasarkan melalui platform online karena praktis dibandingkan dan dikirim. Sebaliknya, produk yang memerlukan ketepatan ukuran, bordir khusus, maupun penyesuaian spesifikasi masih memiliki keunggulan ketika dipasarkan melalui toko fisik.

Adrian menjelaskan bahwa perubahan terbesar justru terjadi pada perilaku konsumen. Jika sebelumnya sentra perdagangan fisik menjadi tempat utama untuk mencari informasi dan membandingkan produk, kini fungsi tersebut banyak diambil alih oleh marketplace. Akibatnya, konsumen datang ke toko dengan referensi harga yang telah diperoleh melalui aplikasi digital. Kondisi ini membuat pedagang offline menghadapi tekanan margin keuntungan yang lebih besar dibanding sebelumnya.

Meski menghadapi tantangan tersebut, Adrian menilai sentra usaha seperti Kramat tetap memiliki peluang untuk berkembang selama mampu menawarkan nilai tambah yang sulit digantikan oleh platform digital. Layanan konsultasi, ketepatan spesifikasi, jasa jahit dan bordir, penyesuaian ukuran, serta kepercayaan pelanggan menjadi keunggulan utama yang masih dimiliki toko fisik. Karena itu, banyak pelaku usaha mulai menerapkan model bisnis hibrida dengan menjadikan marketplace sebagai etalase digital, sementara toko fisik difokuskan untuk melayani kebutuhan yang lebih spesifik dan bersifat personal.

Di tengah perubahan pola konsumsi dan persaingan digital yang semakin ketat, kawasan Kramat tetap mempertahankan perannya sebagai sentra perlengkapan dinas dan keamanan. Aktivitas bordir, jahit, serta perdagangan perlengkapan dinas masih terus berlangsung, menunjukkan bahwa adaptasi terhadap teknologi menjadi kunci bagi keberlangsungan usaha tradisional di era digital.

Sumber: Kompas.com – Menjaga Denyut Sentra Seragam Dinas di Kramat, Senen